WAWANCARA

Suhardi: Kami Yakin, Ujung-ujungnya PPP Tetap Mendukung Prabowo Subianto

Senin, 05 Mei 2014, 08:05 WIB
Suhardi: Kami Yakin, Ujung-ujungnya PPP Tetap Mendukung Prabowo Subianto
Suhardi
rmol news logo Manuver elite Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dinilai bermain di banyak kaki menghadapi Pilpres 9 Juli 2014, tidak membuat gerah Partai Gerindra.

PPP diyakini tetap akan berkoalisi dengan Partai Gerindra untuk mengusung Prabowo Subianto menjadi capres dalam pilpres mendatang.

“Kami tidak pernah merasa khawatir dengan manuver PPP. Kami yakin PPP akan tetap bersama kami mendukung Prabowo dalam pilpres,” kata Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi, kepada Rakyat Merdeka yang dihubungi via telepon, kemarin.  

Seperti diketahui, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali sudah lama menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto sebagai capres. Gara-gara itu, terjadi konflik internal di partai itu. Kemudian terjadi islah.

Setelah islah, bekas Ketum PPP Hamzah Haz menemui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Seoekarnoputri di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Senin (28/4).

“Kalau PPP dulu sudah pernah koalisi dengan PDI Perjuangan. Apa salahnya koalisi kembali. Tapi tergantung Rapimnas,” ujar Hamzah.

Kemudian, Senin malam (28/4), Wakil Ketum PPP Emron Pangkapi menemui capres Partai Golkar Aburizal Bakrie di kediamannya, Jalan Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat.

Suhardi selanjutnya mengatakan, untuk melakukan penjajakan koalisi dengan partai mana saja, merupakan hak PPP. Tapi dia  yakin PPP akan berkoalisi dengan Partai Gerindra.   “Kami kan tidak bisa melarang elite PPP bermanuver.

 Itu kan hak mereka. Tapi kami yakin, ujung manuver PPP itu tetap mendukung Pak Prabowo Subianto,’’ paparnya.

 Berikut kutipan selengkapnya;
 
Apa yang membuat Anda begitu yakin?
Setelah adanya islah, PPP terlihat menjadi lebih kompak. Hanya ada satu suara di dalam partai. Tidak terpecah belah lagi seperti sebelumnya. Selain itu, mayoritas dari elite dan kader PPP semuanya setuju jika PPP merapat ke Gerindra. Insya Allah akan terjadi koalisi dengan Partai Gerindra.

Bukankah masih banyak yang menginginkan PPP berkoalisi dengan PDI Perjuangan dan Partai Golkar, apa Gerindra tidak merasa dipermainkan?
Kami tidak berpikirkan seperti itu. Apa yang terjadi di PPP, itu prosedur dalam menentukan koalisi. Kami menghargainya.

Anda sudah menemui kedua belah pihak yang sebelumnya bertikai di PPP,  apa saja yang dibicarakan?
Kami pertanyakan kenapa bisa seperti itu. Kami harap kejadian serupa tidak akan terulang. Lalu kami juga beri selamat kepada mereka yang telah berhasil melalui masa-masa sulit. Sifatnya lebih kepada silaturahmi saja.

Bagaimana dengan penjajakan koalisi dengan PKS?
Masih berjalan. Komunikasi kami semakin baik. Sebagai tindaklanjut, kami sudah membuat tim. Nantinya tim tersebut akan fokus untuk tahapan kemenangan dan pemerintahan. Lalu menindaklanjuti pembicaraan mengenai substansi platform, manajerial, dan line up.

Upaya penjajakan dengan Partai Golkar, apa mungkin Prabowo menjadi cawapres Aburizal Bakrie?
Itu tidak mungkin. Kami tetap meminta Pak Prabowo menjadi capres. Itu sudah tidak bisa ditawar lagi. Semestinya memang Pak Aburizal Bakrie yang mengalah.

 Kenapa begitu?
Selama ini Pak Prabowo memiliki elektabilitas di atas Pak Aburizal Bakrie. Memang perolehan  partai dalam pileg memang Golkar yang di atas Gerindra.

Tapi dalam pilpres kan memilih orang. Berarti Pak Prabowo tetap jadi capres bila Gerindra dan Golkar berkoalisi.
 
Apa  mungkin Gerindra bergabung dengan poros tengah yang digagas Demokrat?
Semuanya masih ada kemungkinan yang terbuka. Antar elite partai memang sudah ada pembicaraan terkait hal itu. Namun masih dalam tahapan informal.

 Namun bagi kami, Demokrat merupakan sahabat baik. Beberapa kali Gerindra bisa membantu Demokrat walaupun posisi kami di luar koalisi pemerintah. Di saat yang genting berteman dan membantu memecahkan persoalan, sehingga chemistry sudah terjalin sejak lama.

Rekan koalisi seperti apa yang dicari Gerindra?

Intinya kami ingin bersama partai yang mempunyai komitmen dalam membuat parleman yang sangat kuat. Dengan partai Islam oke. Dengan partai berbasis nasionalis juga oke. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA