Demikian disampaikan Sekjen PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo. Tjahjo pun menegaskan, posisi politik PDI Perjuangan menghormati terhadap proses konvensi capres yang saat ini masih berlangsung di Demokrat. Konvensi tersebut tentu dimaksudkan untuk mencari figur terbaik dari Demokrat yang akan dicalonkan sebagai capres.
"Mengingat PDI Perjuangan sudah menetapkan capresnya, yakni Jokowi, tentu saja kerjasama menjadi terkendala ketika Demokrat memiliki capres sendiri," kata Tjahjo kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 28/4), sambil mengatakan bahwa hampir semua peserta Konvensi Demokrat menyatakan bahwa mereka ikut konvensi untuk menjadi calon presiden.
PDI Perjuangan, lanjut Tjahjo, sadar bahwa untuk memperkuat spirit gotong royong dalam kepemimpinan nasional ke depan tentu harus terus menerus memperkuat dialog kebangsaan. Gagasan terhadap bagaimana membentuk pemerintahan presidensial yang efektif untuk melaksanakan agenda kerakyatan, juga harus didialogkan dengan sesama pemimpin negeri ini.
" Lebih-lebih terkait dengan upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari dan berkepribadian, tentunya hanya bisa dijalankan dengan dukungan DPR RI dan gotong royong sesama anak bangsa," demikian Tjahjo.
[ysa]
BERITA TERKAIT: