Berbicara di hadapan para pemimpin ASEAN di Marcos Jr. menegaskan bahwa kawasan Asia Tenggara tengah menghadapi momen penentu di tengah konflik internasional dan gejolak global yang berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi serta kehidupan masyarakat di kawasan.
“Kita bertemu pada saat tantangan yang cukup besar di seluruh kawasan kita dan di luarnya,” kata Marcos Jr., mengutip dampak situasi yang bergejolak di Timur Tengah terhadap ekonomi dan masyarakat ASEAN.
Menurutnya, tantangan yang muncul justru menjadi alasan bagi ASEAN untuk terus memperkuat kerja sama regional.
“Pekerjaan ASEAN harus terus berlanjut, bukan meskipun ada tantangan, tetapi karena zaman menuntut jawaban kita atas tantangan-tantangan tersebut,” tegas Marcos Jr.
Pemerintah Filipina, kata dia, bahkan melakukan penyesuaian terhadap pelaksanaan KTT ASEAN tahun ini dengan memangkas sejumlah agenda non-esensial dan memindahkan sebagian pertemuan ke format daring.
Langkah itu dilakukan sebagai respons terhadap tekanan energi dan ekonomi akibat konflik di Timur Tengah.
Meski demikian, Marcos Jr. memastikan komitmen ASEAN untuk menjaga koordinasi dan kesinambungan kerja sama kawasan tetap berjalan, termasuk melalui pertemuan para menteri luar negeri, ekonomi, pertanian, hingga energi.
Sejumlah pemimpin ASEAN yang hadir dalam pembukaan KTT antara lain Presiden RI Prabowo Subianto, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, PM Singapura Lawrence Wong, hingga PM Thailand Anutin Charnvirakul.
Sementara Myanmar diwakili Sekretaris Tetap Kementerian Luar Negeri U Hau Khan Sum.
BERITA TERKAIT: