Cadangan Devisa RI Turun Jadi Rp2.540 Triliun, Dipakai Stabilkan Rupiah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 08 Mei 2026, 11:21 WIB
Cadangan Devisa RI Turun Jadi Rp2.540 Triliun, Dipakai Stabilkan Rupiah
Iliustrasi Rupiah (Foto: RMOL/Reni Erina)
rmol news logo Cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar 146,2 miliar Dolar AS atau sekitar Rp2.540 triliun hingga akhir April 2026. 

Angka tersebut turun sekitar 2 miliar Dolar AS dibanding posisi Maret 2026 yang mencapai 148,2 miliar dolar AS.

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso, mengatakan penurunan cadangan devisa dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari pembayaran utang luar negeri pemerintah, penerbitan surat utang internasional, hingga langkah intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Perkembangan ini dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penerbitan global bond pemerintah di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah,” kata Denny dalam keterangannya, Jumat 8 Mei 2026. 

Menurut Denny, kebijakan stabilisasi tersebut perlu dilakukan sebagai respons atas meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global yang turut menekan nilai tukar Rupiah.

Meski mengalami penurunan, BI memastikan posisi cadangan devisa Indonesia masih berada pada level aman. Cadangan tersebut dinilai cukup untuk membiayai 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. 

Angka itu juga masih jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada di kisaran tiga bulan impor.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ujarnya.

Ke depan, BI optimistis ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap kuat. Optimisme itu didukung posisi cadangan devisa yang memadai serta potensi masuknya aliran modal asing seiring positifnya persepsi investor terhadap prospek ekonomi nasional dan imbal hasil investasi di Indonesia.

“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Denny. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA