Ketua Forum Tuna Netra Menggugat, Hendar mengatakan, pihaknya khawatir suara mereka disalahgunakan. Sikap para penyandang tuna netra ini pun mendapat dukungan dari politisi DPR, Rieke Diah Pitaloka.
"Apa yang dikhawatirkan para tuna netra bisa saja terjadi apalagi para tuna netra sudah terdaftar sebagai pemilih. Suara mereka rawan disalahgunakan, apalagi ketika tidak memilih," kata Rieke ketika mendampingi perwakilan Forum Tuna Netra Menggugat saat konferensi pers di gedung DPR, Jakarta, Kamis (6/3).
Rieke menyebut, kebijakan KPU memberi pendampingan terhadap pemilih tuna netra ketika berada di TPS sebagai kesalahan besar. Rencananya, dari DPR, para penyandang tuna netra tersebut akan mendatangi kantor KPU di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Tujuannya untuk menuntut fasilitas
template braile saat pemungutan suara nanti.
"Saya dan Mas Arif Wibowo (Wakil Ketua DPR) akan menemani mereka ke KPU," kata Rieke
.[wid]
BERITA TERKAIT: