Namun dalam prakteknya, kata Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma), Said Salahuddin, justru tidak demikian. Banyak menteri yang justru bekerja menurut seleranya sendiri atau bahkan membuat kebijakan yang tidak selaras dengan konsep makro yang diarahkan oleh presiden.
"Lihat saja sejumlah kritikan yang sering dilontarkan oleh SBY kepada para menterinya selama dua periode pemerintahannya. Selalu saja dijumpai menteri yang bekerja untuk kepentingannya sendiri atau untuk kepentingan kelompoknya," kata Said kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 4/3).
Dalam konteks inilah, lanjut Said, kabinet bayangan atau formasi kabinet yang hendak dibentuk oleh parpol atau calon presiden jika memenangkan Pemilu adalah suatu yang pantas dan harus ditawarkan kepada pemilih sebelum penyelenggaraan Pemilu.
"Kabinet bayangan tidak boleh berhenti sebagai wacana saja. Kalau memang sungguh-sungguh telah menyiapkan kabinet bayangan, maka sampaikan nama-nama itu kepada masyarakat," demikian Said.
[ysa]
BERITA TERKAIT: