PKS: Tak Logis Bila Biaya Pengamanan Pemilu Turun

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 06 Februari 2014, 08:23 WIB
PKS: Tak Logis Bila Biaya Pengamanan Pemilu Turun
aboebakar alhabsy/net
rmol news logo . Pemilu 2014 merupakan agenda nasional yang harus diprioritaskan. Karena itu, pengamanannya pun perlu dipersiapkan dengan matang. Hal ini untuk memberikan jaminan agar hajatan nasional ini bisa berlangsung dengan aman, damai, jujur dan demokratis.

Tentu saja, kata Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboebakar Alhabsy, pengamanan pemilu perlu dukungan anggaran yang cukup. Karena itu ia menyetujui anggaran Rp 3,5 trilyun untuk pengamanan Pemilu 2014.

"Bila saat ini Kemenkeu hanya mampu menyediakan anggaran Rp 1 triluun, saya kira sangat tidak memadai. Karena lima tahun lalu saja anggaran pengamanan di Pemilu 2009 sebesar Rp 1,9 triliun. Masak sekarang mau diturunkan tinggal Rp 1 triliun. Ini kan tidak logis," kata Aboebakar kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 6/2).

Kementerian Keuangan, lanjut Aboebakar, seharusnya mengupayakan untuk memenuhi anggaran ini mengingat posisi strategis Pemilu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Bilapun tidak dapat dipenuhi anggaran standar yang diajukan oleh Polri, seharusnya juga dapat diupayakan anggaran minimal yang selama ini sudah disebut yaitu Rp 1,6 triliun.

"Namun jangan sampai anggaran yang Rp 600 miliar kekurangannya diambilkan dari dana reguler Polri untuk Tahun Anggaran 2014. Pemerintah seharusnya mengupayakan kekurangan anggaran tersebut dari pos lain yang memungkinkan," demikian Aboebakar. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA