"Mereka bisa menempatkan anggotanya sendiri di lebih banyak TPS dan tanpa harus mengeluarkan biaya mahal, sebab para anggotanya akan siap menjadi saksi tanpa meminta imbalan," kata Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma) Indonesia, Said Salahuddin, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 30/1).
Anggota parpol yang memiliki semangat untuk memajukan partainya, lanjut Said, pasti akan menganggap tugas sebagai saksi merupakan bagian dari tugas partai yang harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan berdedikasi.
Said menilai keinginan membiayai saksi parpol dengan menggunakan uang negara terkait dengan dengan kegagalan partai politik dalam melakukan rekrutmen dan kaderisasi anggota. Paling tidak, hal ini berdasarkan dua temuan Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma) Indonesia pada Pemilu 2009.
Pertama, ditemukan bahwa parpol ternyata hanya mampu menempatkan saksi di sebagian kecil TPS saja. Kedua, diketahui bahwa sebagian dari saksi yang ditugaskan oleh partai politik di TPS itu ternyata bukanlah anggota dari parpol bersangkutan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: