"Nggak usah berharap Anas akan jadi ember seperti Nazaruddin," ujar fungsionaris Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Deny Hari Yatna, dalam diskusi 'Kado Anas Bikin Panas' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/1).
Ia mengatakan bahwa pihaknya merasa kecewa dengan sikap KPK yang terkesan menunda-nunda waktu penangkapan Anas sejak ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi dalam kasus Hambalang. Menurutnya, jika Abraham Samad cs sudah memiliki dua alat bukti yang cukup, seharusnya segera menangkapnya.
"Sistem peradilan harus dilakukan dengan cepat dan sederhana. Mengapa harus berbulan-bulan, mengapa harus menunggu audit BPK?" imbuhnya.
Dengan penundaan penangkapan yang berlangsung selama sekitar 11 bulan itu, Deny menduga KPK sendiri tidak memiliki alat bukti yang kuat untuk menangkap Anas dan membutuhkan waktu uang lama untuk mendapatkannya.
Ia juga menduga penangkapan itu juga memiliki hubungan dengan penahanan Andy Mallarangeng dan mengandung motif politik dari lawan politik Anas, terutama SBY. Karena, Anas merupakan figur yang tidak diinginkan SBY untuk menjadi Ketua Umum Demokrat.
"Kasus Anas ini memang spesial. Mengapa tidak langsung ke Anas, tapi ke Andy dulu. Kalau langsung Anas, rakyat bisa kaget. Jadi Andy dulu ditangkap, dia dikorbankan," demikian Deny.
[ysa]
BERITA TERKAIT: