Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan resmi Instagram @presidenrepublikindonesia yang dikutip Minggu, 3 Mei 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo memberi perhatian khusus pada sektor pendidikan seiring momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Pendidikan diposisikan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa, terutama dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menopang visi besar Indonesia ke depan.
Selain pendidikan, Presiden juga mematangkan perkembangan program hilirisasi nasional yang selama ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.
"Presiden membahas perkembangan sejumlah isu strategis, antara lain sektor pendidikan dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional, perkembangan program hilirisasi bagi penguatan kepentingan masyarakat," ungkap laporan tersebut.
Di saat bersamaan, aspek pertahanan dan keamanan turut menjadi pembahasan penting dalam rapat tersebut.
Pemerintah menilai stabilitas negara harus terus dijaga secara maksimal di tengah dinamika geopolitik global yang berkembang cepat dan berpotensi memengaruhi kepentingan nasional Indonesia.
“Serta aspek pertahanan dan keamanan dalam menjaga stabilitas negara di tengah dinamika geopolitik global," bunyi unggahan tersebut.
Rapat dihadiri oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo.
Kemudian ada Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kasum TNI Letjen Richard Tampubolon, KSAU Marsekal Mohamad Tonny Harjono.
Hadir pula KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana Muhammad Ali, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BIN Muhammad Herindra, dan Kepala Badan Logistik Kemhan Marsekal Madya Yusuf Jauhari.
BERITA TERKAIT: