Hal yang menarik, ada cukup banyak nama yang muncul dari internal PDI Perjuangan. Dengan demikian, selain punya Jokowi yang terus berada di puncak elektabilitas calon presiden, partai berlambang banteng moncong putih yang kini sedang moncer ini juga punya banyak stok untuk cawapres. Sebut saja misalnya Ganjar Pranowo, Prananda Prabowo, Maruarar Sirait, Rieke Diah Pitaloka, Teras Narang dan Tri Rismaharini.
Dalam survei yang digelar pada 20 November hingga 30 Desember 2013, Cirus Surveyors Group membuat simulasi cawapres ini. Berada di posisi puncak, Jusuf Kalla dengan tingkat elektabilitas 21,8 persen, disusul oleh Basuki Tjahja Purnama 9,6 persen, Hatta Rajasa 8,6 persen, Mahfud MD 7,9 persen, Surya Paloh 3, 6 persen, Soekarwo 2,3 persen, Khafifah Indar Parawansa 2,3 persen, Gita Wirjawan 1, 3 persen, Agus Martowardojo 0,6 persen, Pramono Edhie Wibowo 0,5 persen, Moeldoko 0,3 persen dan Sutan Taher, 0,1 persen.
Sementara tingkat elektabilitas cawapres dari internal PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo 2,2 persen, Rieke Diah Pitaloka 1,9 persen, Prananda Prabowo 0,8 persen, Maruarar Sirait 0,4 persen, Teras Narang 0,3 persen, dan Tri Rismaharani 0,1 persen.
"Responden yang menjawab tidak tahu sebanyak 35,5 persen," kata Direktur Eksekutif Cirus Surveyors Group, Andrinof A Chaniago, dalam jumpa pers hasil survei nasional dengan tema "Mencari Pemimpin di Tengah Kemarau Calon Pemimpin" di Restauran Pulau Dua Senayan, Jakarta Pusat (Kamis, 9/1).
Menurut Andrinof, metode pengambilan survei menggunakan
multistage random sampling. Responden survei ini adalah penduduk Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah dan hak pilihnya tidak dicabut yang tersebar di 33 provinsi, denggan roporsi laki-laki dan perempuan masing-masing 50 persen.
Survei ini yang dilakukan pada 9-15 Desember 2013 melibatkan 2.200 responden, dan diwawancarai lewat tatap muka. Untuk menjaga akurasi dan realibilitas data yang diperoleh, dilakukan
quality control. Tingkat kepercayaan survei ini mencapai 95 persen, dengan
margin of error sebesar 2 persen.
[ysa]
BERITA TERKAIT: