Indeks STOXX 600 hanya naik 0,11 persen ke level 612,79 karena sentimen pasar tertekan oleh ketidakpastian konflik AS-Iran yang memicu lonjakan harga minyak.
Bursa regional utama berakhir variatif. Di Jerman, indeks DAX bertambah 0,05 persen atau 11,65 poin menjadi 24.350,28. Di Inggris, FTSE 100 menguat 0,36 persen atau 36,36 poin ke posisi 10.269,43. Dedangkan di Prancis, CAC merosot 0,69 persen atau 56,19 poin menjadi 8.056,38
Sektor barang mewah menjadi penekan utama pasar dengan penurunan indeks sektoral mencapai 3,4 persen, dipicu anjloknya saham LVMH sebesar 4,4 persen. Hermes dan Burberry juga merosot masing-masing lebih dari 3,3 persen akibat kekhawatiran melemahnya permintaan global.
Selain itu, sektor perjalanan dan rekreasi turut terpukul oleh kenaikan biaya energi yang mengancam margin laba industri penerbangan.
Tekanan pasar semakin diperberat oleh sinyal dari Bank Sentral Eropa (ECB) mengenai potensi kenaikan suku bunga pada Juni mendatang guna meredam inflasi yang dipicu krisis energi di Selat Hormuz.
Meski demikian, penurunan lebih dalam berhasil tertahan oleh sektor pertambangan yang melesat seiring kenaikan harga logam mulia.
Sentimen positif juga datang dari pergerakan saham individu, seperti lonjakan signifikan pada Delivery Hero setelah adanya transaksi penjualan saham kepada investor strategis, serta penguatan tajam saham Airtel Africa di tengah rencana restrukturisasi perusahaan.
Secara keseluruhan, ekuitas Eropa masih tertinggal dari pasar global lainnya karena ketergantungan yang tinggi terhadap impor energi dan ketidakpastian geopolitik.
BERITA TERKAIT: