Pemulihan ini didorong oleh aksi beli di harga rendah oleh investor yang mulai mengambil posisi menjelang rilis data penting inflasi Amerika Serikat, yaitu Consumer Price Index dan Producer Price Index.
Harga emas berjangka Amerika Serikat cenderung stabil dan ditutup pada posisi 4.728,70 Dolar AS per ons seiring dengan ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Federal Reserve yang diprediksi akan tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh kebuntuan diplomatik setelah Presiden Donald Trump menolak proposal perdamaian Iran, yang meningkatkan risiko gangguan pelayaran di Selat Hormuz.
Meski suku bunga tinggi biasanya menekan emas, ketegangan geopolitik dan ancaman inflasi energi menjaga daya tarik logam mulia sebagai aset aman, bahkan analis ING memproyeksikan harga bisa menyentuh 5.000 Dolar AS per ons pada akhir tahun.
Di saat yang sama, harga logam mulia lainnya mencatatkan lonjakan signifikan.
Perak melesat 6,6 persen ke 85,65 Dolar AS dan platinum naik 3 persen menjadi 2.116,72 Dolar AS meskipun pasar perhiasan di India sedang ditekan oleh imbauan pembatasan pembelian emas oleh pemerintah setempat.
BERITA TERKAIT: