"Maaf ya, Yusril itu siapa? Partainya saja belum tentu lolos ke Senayan," kata Jurubicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 9/1).
Ruhut pun mengatakan bahwa dari sisi dikotomi latarbelakang politik pun, Yusril susah dijual ke publik. Apalagi latarbekalang politik ini masih jadi referensi publik dalam menentukan pilihan.
"Maaf ya bos, bukan aku rasis. Tapi ini fakta politik, Yusril bukan Jawa, susah jadi presiden," ungkap Ruhut lagi.
Beredar kabar di sementara politisi, SBY diam-diam menyusupi Konvensi Rakyat untuk mendukung salah atu kandidat, yaitu Yusril Ihza Mahendra. SBY pun berniat mengawinkan Yusril dengan calon kuat pemenang Konvensi Demokrat, yang tidak lain adalah Pramono Edhi Wibowo.
Skenario SBY ini disebut-sebut bukan tanpa alasan. Konvensi Demokrat ternyata jauh dari harapan. Tujuan Konvensi untuk menaikkan kembali citra Demokrat menguap entah kemana. Popularitas Konvensi Demokrat pun tenggelam dilumat beragam gelombang isu yang datang silih berganti.
[ysa]
BERITA TERKAIT: