Aroma ulang tahun yang-41 satu ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab di tahun ini, ada adu tanduk di kandang banteng. Meskipun memang, saling gesekan di dalam ini cukup
soft, karena semua faksi masih tunduk di bawah karisma dan otoritas Megawati Soekarnoputri.
Faktor penyebab saling tanduk ini adalah soal pencapresan. Satu faksi, sejak awal, menghendaki agar PDI Perjuangan mengusung Jokowi sebagai capres. Momentum ideal untuk mengumumkan capres ini adalah tepat di HUT yang ke-41 ini.
Harapan faksi ini pupus setelah Megawati menegaskan bahwa momentum pengumuman capres adalah setelah pemilihan legislatif, 9 April mendatang. Keputusan Megawati ini pun dinilai sementara pihak sebagai keputusan yang tepat. Sebab bila Jokowi diumumkan jauh-jauh hari, bisa jadi Jokowi menjadi
common enemy semua capres dari partai lain.
Hingga saat ini, belum ada kepastian, apakah Megawati akan mengusung Jokowi atau akan kembali maju.
Faksi yang sejak awal menghendaki Jokowi maju, terus berusaha keras agar pengumuman capres dilakukan sebelum 9 April. Sebab mereka yakin, dengan upaya ini, PDI Perjuangan akan merebut sekitar 36 persen kursi di Senayan. Dengan demikian, PDI Perjuangan bisa berkuasa dan menjalankan ideologi yang selama ini diperjuangkan untuk mengurus negara.
Faksi lain yang tidak mau Jokowi maju pun terus bergerak. Mereka terus mendorong agar Megawati saja yang tetap maju. Selain karena untuk menjaga soliditas partai, mereka juga menilai Jokowi bukan kader inti.
Ada juga yang menilai, kelompok yang mendukung Mega ini terus bergerak karena kalaupun Jokowi menang, tidak akan mendapat apa-apa. Mereka memilih tetap menikmati peran sebagai oposisi, karena itu lebih leluasa untuk mengeruk keuntungan pribadi.
Karena itu, pertarungan ini dinilai bukan semata pertarungan Pro-Jokowi atau Pro-Mega. Pertarungan ini bisa disebut sebagai pertarungan antara kelompok ideologis dengan kelompok pragmatis.
Diperkirakan, faksi-faksi di PDI Perjuangan ini akan terus bermanuver. Dan manuver mereka akan berhenti bila Megawati memberi keputusan. Sebab, sebagaimana amanat Kongres PDI Perjuangan yang berisi mandat dari semua pengurus PDI Perjuangan dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota, Megawati lah yang punya kewenangan penuh untuk menentukan capres.
[ysa]
BERITA TERKAIT: