Meski diusung oleh PDI Perjuangan, Jokowi, begitu Joko Widodo disapa, tidak pernah memberikan jabatan kepada kader PDI Perjuangan yang tidak profesional. Jokowi pun dikenal tidak suka memberi proyek sembarangan.
Sikap yang sama, ditunjukkan Jokowi ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta. Jokowi, bersama Ahok, lebih suka menggunakan cara-cara yang tidak konvensional. Misalnya dengan menggelar lelang jabatan. Soal proyek, Jokowi pun dinilai sangat tidak royal kepada sesama kader PDI Perjuangan.
Sikap Jokowi seperti inilah yang ternyata membuat sebagian politisi dan elit PDI Perjuangan tidak suka. Sebagian politisi ini yakin bila pun Jokowi menjadi presiden, mereka tidak akan mendapatkan apa-apa. Karena itu, daripada Jokowi menang, lebih baik mereka tetap bermain di luar pemerintahan dan menikmati sebagai oposisi.
Dengan menjadi oposisi, mereka tetap bisa mengeruk keuntungan pribadi. Atas nama oposisi, yang kadang-kadang berani menjual nama besar Megawati, mereka bisa menakan sana-sini dengan lebih leluasa.
Karena itulah, berdasarkan informasi yang beredar, kelompok ini terus bermanuver untuk menjegal Jokowi menjadi calon presiden. Banyak cara yang mereka melakukan, termasuk membisiki dan mengompori Megawati Soekarnoputri bahwa Jokowi merupakan kader yang tidak loyal.
Megawati sendiri, hingga saat ini, lebih banyak bersikap mengayomi semua masukan dari para kader.
[ysa]
BERITA TERKAIT: