PDI Perjuangan Harus Belajar dari Pengalaman Pahit 1999

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 01 Januari 2014, 15:22 WIB
PDI Perjuangan Harus Belajar dari Pengalaman Pahit 1999
pdip perjuangan/net
rmol news logo . Bagi PDI Perjuangan, Pemilu 2014 laksana momentum Pemilu 1999. Karena itu, PDI Perjuangan harus belajar dari pengalaman masa lalu.

"Di 1999, kader-kader PDI Perjuangan kurang berpengalaman sehingga tidak bisa menjaga momentum dengan baik," kata pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Andrinof Chaniago, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 1/1).

Momentum kali ini, lanjut Andrinof, datang seiring dengan kehadiran Joko Widodo. Karena itu, selain mengambil berkah dari Jokowi, PDI Perjuangan juga membangun sistem internal partai. Salah satunya, dengan menghidupkan kembali badan penelitian dan pengembangan (litbang) partai, yang sangat berpengaruh ketika dipimpin oleh Kwik Kian Gie.

"Badan inilah yang nantinya membuat konsep kebijakan PDI Perjuangan dalam membangun pemerintahan di masa mendatang," ungkap Andrinof.

Andrinof sendiri menilai ada perubahan yang cukup signifikan di kalangan kader. Dalam artian, kader-kader yang tampil saat ini jauh lebih berpengalaman dan jauh lebih siap dibandingkan tahun 1999. Namun tetap saja, kader PDI Perjuangan harus belajar dari pengalaman pahit di 1999. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA