"Di 1999, kader-kader PDI Perjuangan kurang berpengalaman sehingga tidak bisa menjaga momentum dengan baik," kata pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Andrinof Chaniago, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 1/1).
Momentum kali ini, lanjut Andrinof, datang seiring dengan kehadiran Joko Widodo. Karena itu, selain mengambil berkah dari Jokowi, PDI Perjuangan juga membangun sistem internal partai. Salah satunya, dengan menghidupkan kembali badan penelitian dan pengembangan (litbang) partai, yang sangat berpengaruh ketika dipimpin oleh Kwik Kian Gie.
"Badan inilah yang nantinya membuat konsep kebijakan PDI Perjuangan dalam membangun pemerintahan di masa mendatang," ungkap Andrinof.
Andrinof sendiri menilai ada perubahan yang cukup signifikan di kalangan kader. Dalam artian, kader-kader yang tampil saat ini jauh lebih berpengalaman dan jauh lebih siap dibandingkan tahun 1999.
Namun tetap saja, kader PDI Perjuangan harus belajar dari pengalaman pahit di 1999.
[ysa]
BERITA TERKAIT: