Dan semua ini, kata Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin, terjadi karena KPU terlalu menganggap remeh persoalan DPT. Sejak awal mereka terlihat terlalu
over confidence akan mampu menghasilkan DPT yang berkualitas dengan mengandalkan Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih).
"Padahal sistem itu belum teruji," kata Said kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 24/10).
Selain itu, masih kata Said, KPU juga tidak mau mendengar masukan dari publik. Suara masyarakat yang mengingatkan adanya potensi masalah soal DPT dipandang sebelah mata saja oleh KPU.
Said, misalnya, sejak jauh-jauh hari, mulai dari tahap pemutakhiran data pemilih, tahap penetapan DPS dan DPSHP, berulang kali mengingatkan kepada KPU agar jangan terlalu percaya diri mengandalkan Sidalih. Sebab berdasarkan temuan Sigma, sistem itu ternyata bermasalah.
"Namun sudah berkali-kali dingatkan, KPU tetap bergeming," demikian Said.
[ysa]
BERITA TERKAIT: