Penurunan ini dipicu oleh memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu lonjakan harga minyak serta kekhawatiran atas gangguan distribusi energi di Selat Hormuz.
DAX Jerman memimpin pelemahan di zona merah dengan koreksi 1,62 persen atau 395,35 poin menjadi 23.954,93. Sementara CAC 40 Prancis menyusut 0,95 persen atau 76,46 poin menjadi 7.979,92, dan FTSE 100 Inggris turun tipis 0,04 persen atau 4,11 poin ke posisi 10.265,32.
Sektor teknologi menjadi penekan utama pasar setelah anjlok 3,1 persen mengekor aksi jual saham semikonduktor di Wall Street.
Di sisi lain, sektor keuangan juga melemah yang terlihat dari jatuhnya saham Barclays, Lloyds, serta perusahaan reasuransi Munich Re yang mencatatkan pendapatan di bawah ekspektasi.
Sentimen negatif semakin diperburuk oleh meningkatnya inflasi Jerman ke angka 2,9 persen dan pernyataan pejabat Bank Sentral Eropa mengenai potensi kenaikan suku bunga guna meredam dampak lonjakan harga energi.
Meskipun pasar secara luas memerah, beberapa emiten berhasil melawan arus.
Saham Intertek melonjak 6,4 persen berkat adanya proposal akuisisi dari perusahaan ekuitas swasta EQT, sedangkan Bayer menguat 3,6 persen setelah membukukan laba operasional yang melampaui prediksi analis.
Secara keseluruhan, ketergantungan energi dan ketidakpastian politik di Inggris tetap menjadi faktor krusial yang membayangi pergerakan modal di kawasan Eropa.
BERITA TERKAIT: