Sebelum meninggalkan Gedung Putih, Trump sempat menyampaikan bahwa dirinya kemungkinan akan membahas konflik Iran dan dampaknya terhadap pasar minyak dunia bersama Xi Jinping.
“Kita akan membicarakannya panjang lebar. Sejujurnya, saya rasa dia cukup baik," ujarnya, dikutip dari Al-Jazeera, Rabu 13 Mei 2026.
Namun tak lama kemudian, Trump mengubah pernyataannya.
“Kita memiliki banyak hal untuk dibahas. Saya tidak akan mengatakan Iran adalah salah satunya," ujarnya, menegaskan bahwa AS saat ini telah "mengendalikan Iran dengan sangat baik."
Di luar perang, pemerintahan AS menekankan bahwa perdagangan akan menjadi topik utama yang dibahas selama pertemuan Trump dan Xi.
Untuk menegaskan inisiatif tersebut, Trump mengundang sejumlah pemimpin bisnis AS untuk menemaninya dalam perjalanan itu, termasuk CEO Tesla Elon Musk, yang sebelumnya menjabat sebagai ketua Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) bentukan Trump, dan CEO Apple Tim Cook.
BERITA TERKAIT: