Hindari Politik Transaksional, Partai Disarankan Bangun Koalisi Sebelum Pileg

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Sabtu, 13 Juli 2013, 17:02 WIB
Hindari Politik Transaksional, Partai Disarankan Bangun Koalisi Sebelum Pileg
siti zuhro:net
rmol news logo Partai-partai disarankan membangun koalisi untuk menghadapi pemilihan presiden mendatang mulai saat ini, sebelum pemilihan umum 2014. Hal ini untuk mengantisipasi koalisi berdasarkan transaksional.

"Jadi menurut saya, kita dan media, harus mendorong semua partai memutus mata rantai politik transaksional dengan cara melakukan koalisi sedini mungkin," ujar pengamat politik senior Siti Zuhro kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 13/7).

Karena, menurut Siti Zuhro, ideologi dan kesamaan visi-misi akan jadi landasan partai-partai kalau berkoalisi sebelum Pileg itu. "Kalau koalisi (ditentukan) last minute (sebelum pilpres), itu nggak jelas. Kita lihat saja koalisi SBY. Itu gebuk-gebukkan di dalam," jelas peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini.

Tak hanya itu, partai politik juga tidak harus membangun koalisi besar. Karena Indonesia menerapkan sistem presidensial. Presiden mendatang tidak perlu takut dijatuhkan parlemen.

"Seharusnya siapa yang memenangkan pemilu tidak usah gentar selama tujuannya benar. Jokowi saja nggak gentar meskipun partainya kecil di DKI. Kita dorong penguatan sistem presidential supaya bekerja maksimal. Dampak ikutannya, mereka tidak neko-neko. Kalau neko-neko, ya mencari teman sebanyak-banyaknya supaya aman dan tentram," tandasnya.[zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA