Partai Persatuan Pembangunan belum tuntas merumuskan bagaimana menentukan calon presiden yang akan diusung pada Pilpres 2014 mendatang. Meski, pada prinsipnya partai kabah ini akan memberi kesempatan kepada kadernya.
"PPP punya mekanisme sendiri untuk memberikan kesempatan kepada kader dan tokoh partai, bagaimana memanfaatkan mekanisme rekrutmen kepemimpinan politik," jelas Jurubicara DPP PPP M. Arwani Thomafi, di ruang Fraksi PPP, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada acara buka puasa bersama (Kamis, 11/7).
Soal wacana konvensi, PPP juga tampaknya belum memastikan apakah akan menempuh cara itu atau tidak. Karena bagi PPP, konvensi mestinya tidak hanya dilakukan satu-dua partai. Tapi harus diakomodir dalam UU Pilpres.
Karena dia kuatir, konvensi akan terbentur apabila syarat partai untuk mengajukan capres-cawapres tidak mengalami perubahan, yaitu harus mengantongi 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara nasional, tapi tidak terpenuhi.
"Ada dilema. Saya kira ada kesulitan di akhir nanti. Misalnya, parpol dipaksa berkoalisi (karena tak mencukupi syarat mengajukan sendiri). Tapi di di sisi lain sudah ada hasil konvensi," tandasnya. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: