KPAI: Beri Sanksi Tegas kepada Penerbit Buku SD Berbau Porno

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 11 Juli 2013, 16:14 WIB
KPAI: Beri Sanksi Tegas kepada Penerbit Buku SD Berbau Porno
foto:net
rmol news logo Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Dinas Pendidikan Kota Bogor, mencabut buku pelajaran SD yang mengandung muatan porno.

Sebelumnya buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk anak SD yang memuat cerita berbau porno meresahkan orang tua murid di Kota Bogor. Dalam cerita berjudul 'Anak Gembala dan Induk Serigala' di buku terbitan CV Graphia Buana tersebut, ada cerita transaksi seks antara seorang lelaki dan perempuan di sebuah warung reman-remang.

Sekretaris KPAI, Maria Adviant, dalam keterangan persnya (Kamis, 11/7), mengatakan, cerita dalam buku tersebut tidak pantas dibaca oleh anak-anak usia SD. Menurutnya masih banyak cerita lain yang mengandung pelajaran moral yang bisa diajarkan kepada anak-anak.

Untuk itu, KPAI juga meminta Dinas Pendidikan Kota Bogor menyelidiki motif di balik pemuatan cerita tersebut. Jika terbukti ada unsur kesengajaan, pihak Dinas Pendidikan bisa memberikan sanksi kepada penerbit untuk tidak lagi boleh mencetak buku-buku pelajaran sekolah.

Menurut Maria Advianti, sanksi ini perlu dilakukan karena kasus buku pelajaran yang mengandung muatan pornografi bukan cuma sekali ini terjadi. Kasus serupa pernah ditemukan di beberapa daerah seperti Solo, Kudus, Mojokerto, Kebumen, Majalengka, dan Kolaka.

KPAI berharap Kementerian Pendidikan Nasional mengambil langkah-langkah tegas sesuai Permendiknas 2/2008 atau kebijakan lain terkait pengawasan penerbitan & peredaran buku pelajaran sekolah. Selain itu KPAI juga meminta fihak sekolah aktif menyeleksi buku-buku pelajaran yang akan dibaca siswanya.[zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA