Menurutnya, kebijakan di sektor pendidikan tidak boleh diambil secara terburu-buru tanpa kajian yang matang, karena berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi peserta didik.
“Dalam membuat kebijakan, dalam hal ini sektor pendidikan, kita tidak boleh mengambil keputusan secara terburu-buru. Semua kebijakan harus melalui kajian yang mendalam agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi siswa,” ujar Reni, Jumat, 27 Maret 2026.
Ia menegaskan, pembelajaran tatap muka masih menjadi pilihan terbaik saat ini karena mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih utuh, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter siswa.
“Sekolah tatap muka tetap menjadi pilihan terbaik saat ini, karena memberikan pengalaman belajar yang lebih utuh, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter,” jelasnya.
Reni menambahkan, tujuan utama pendidikan adalah mencetak generasi unggul, sehingga setiap kebijakan yang diambil harus benar-benar matang dan berorientasi pada masa depan anak-anak Indonesia.
“Tujuan utama pendidikan adalah mencetak generasi yang unggul. Oleh karena itu, setiap kebijakan harus benar-benar matang dan berorientasi pada masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.
Di sisi lain, dalam konteks penghematan energi yang menjadi isu nasional, Reni mendorong pemerintah agar lebih cermat menentukan sektor-sektor yang relevan untuk penerapan kebijakan work from home (WFH), sehingga tidak mengganggu proses kegiatan penting, khususnya di bidang pendidikan.
BERITA TERKAIT: