Nama Ahmad Tri Efendi terpaksa menanggalkan seragam sekolah demi merawat kedua orang tuanya yang lumpuh, belakangan menyita perhatian publik.
Dalam kunjungan tersebut, relawan Pasbata menyalurkan bantuan materiil berupa sembako dan kebutuhan harian untuk meringankan beban ekonomi keluarga Fendi yang sedang terhimpit kesehatan.
Ketua DPC Pasbata Prabowo Gunungkidul, Martin, menegaskan bahwa kondisi Fendi adalah potret yang tidak boleh dibiarkan di tengah semangat mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Kami hadir untuk Efendi. Jangan sampai ada anak Indonesia yang kehilangan masa depan hanya karena kondisi keluarga. Ini panggilan kemanusiaan," ujar Martin dalam keterangannya, Jumat 20 Maret 2026.
Martin menambahkan, pihaknya siap menjadi jembatan bagi Fendi agar bisa kembali mengenyam bangku pendidikan.
Pasbata akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna mencari solusi teknis terkait pendidikan Fendi dan penanganan medis bagi kedua orang tuanya.
Fendi diketahui harus mengurus ibunya yang lumpuh total akibat stroke dan gangguan saraf, serta ayahnya yang juga mengalami gangguan saraf serupa.
Di usia yang masih belia, Fendi menjalani peran sebagai "kepala rumah tangga" sekaligus perawat utama bagi ibunya hingga larut malam.
Meski berbagai tawaran bantuan sekolah gratis di panti asuhan telah datang, Fendi memilih tetap bertahan di rumah. Ia enggan jauh dari sang ibu karena khawatir tidak ada yang menjaga jika ia harus tinggal di asrama.
Aksi cepat Pasbata Prabowo ini diharapkan menjadi pemantik sinergi yang lebih kuat antara relawan dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.
Pemkab sendiri sebelumnya telah menyatakan komitmen untuk melakukan pendekatan khusus agar Fendi bisa bersekolah kembali tanpa harus meninggalkan kewajibannya menjaga orang tua.
BERITA TERKAIT: