Demikian disampaikan pengamat politik senior AS Hikam menanggapi deklarasi Wiranto-Hary Tanoe.
Menurut Hikam, (Rabu, 3/7), orang bisa saja menganggap deklarasi ini terlalu kepagian atau bahkan menunjukkan kejumawaan Hanura karena kemampuan partai tersebut mencapai ambang-batas parlemen (PT) belum jelas.
Tak hanya itu, hasil survei-survei juga menunjukkan bahwa kecil kemungkinan untuk bisa mengusung capres dan cawapres sendiri tanpa berkoalisi dengan partai lain. Namun, dia yakin, deklarasi pasangan Wiranto-Hary Tanoe bukan tanpa perhitungan yang nalar.
Hikam menjelaskan, ketiadaan petahana dan masih tidak jelasnya capres parpol-parpol besar, membuat kompetisi akan jadi terbuka, tak seperti Pilpres sebelumnya.
"Tokoh sekaliber Prabowo (Subianto) yang unggul di survei-survei pun masih belum menentukan siapa cawapresnya. Tokoh sangat populer seperti Jokowi juga belum tentu didukung partainya. Walhasil, dengan majunya Pak W (Wiranto) dan HT, kompetisi Pilpres setidaknya akan jadi gamblang. Soal menang-kalah, biar rakyat yang menentukan," demikian Menristek era pemerintahan Gus Dur ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: