"Sistem Resi Gudang merupakan salah satu instrumen penting dan efektif dalam sistem pembiayaan perdagangan," kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan saat meresmikan
meresmikan gudang Sistem Resi Gudang (SRG) di Kebumen, (Selasa, 2/7).
Selain SRG, juga dilakukan peresmian pasar percontohan Prembun dan tiga pasar tradisional nonpercontohan yang telah direvitalisasi di Kabupaten Kebumen. Acara peresmian ini dipusatkan di Pasar Tumenggungan yang lokasinya berada di pusat pemerintahan Kabupaten Kebumen. Pasar non percontohan yang diresmikan, yaitu Pasar Jatisari, Pasar Karanganyar dan Pasar Tumenggungan.
Dalam rilis yang diterima disebutkan, SRG dapat memfasilitasi pemberian pembiayaan kepada pelaku usaha dengan agunan inventori (komoditas yang disimpan di gudang) yang dimiliki pelaku usaha terutama kolompok tani dan UKM. Setelah itu, Pengelola Gudang menerbitkan Resi Gudang yang dapat dijadikan agunan sepenuhnya tanpa dipersyaratkan adanya agunan lainnya, sehingga pelaku usaha dapat menjaminkan Resi Gudang untuk memperoleh modal kerja dan kebutuhan pembiayaan.
“Hingga 25 Juni 2013, jumlah Resi Gudang yang telah diterbitkan sebanyak 922 resi dengan total volume komoditas sebanyak 36.738,02 ton (31.705,66 ton gabah, 3.737,20 ton beras, 1.084,78 ton jagung, 20,39 ton kopi dan 190 ton rumput laut) atau senilai Rp. 177.219 miliar,†kata Gita Wirjawan.
Khusus di wilayah Jateng, lanjutnya, hingga akhir Juni 2013, pelaksanaan SRG telah dilaksanakan di Kabupaten Jepara, Demak, Kudus, Banjarnegara, Pekalongan, Grobogan, Wonogiri, Sragen, Pemalang dan Kebumen. Resi Gudang yang telah diterbitkan sebanyak 25 resi dengan total volume 1.141,97 ton.
Seusai melakukan kunjungan kerja ke Kebumen, Gita Wirjawan menyempatkan waktu mengunjungi pasar murah di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Dalam menyambut bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1434 H, pemerintah pusat dan pemerintah daerah menggelar kegiatan pasar murah di berbagai daerah guna membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu.
Pasar murah ini diselenggarakan oleh Dinas Perindagkop dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta dengan target sasaran sebanyak 500 kepala keluarga kurang mampu.
“Kementerian Perdagangan bersama Dinas Provinsi yang membidangi perdagangan di seluruh Indonesia akan terus melakukan upaya untuk menjaga kelancaran pasokan dan stabilitas harga melalui berbagai macam instrumen, antara lain dengan menyelenggarakan pasar murah,†jelasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: