Tapi, gosip bahwa Gita akan didorong, entah sebagai calon presiden atau wakil presiden, sangat kuat. Karena, seperti disampaikan pengamat politik senior AS Hikam, (Rabu, 22/5), Gita mengantongi sejumlah kriteria yang 'pas.'
"Muda, intelek, ganteng, kaya, dan disukai Amerika serta korporasi dunia, adalah ciri GW yang dianggap pendukungnya akan 'menjual' pada Pilpres 2014," ungkap Hikam.
Apalagi jika akhirnya Partai Demokrat dan SBY berada di belakangnya, dukungan politis dan opini nasional akan mudah didapat untuk mendongkrak elektabilitas Gita yang sampai hari ini boleh dikatakan masih "sayup-sayup terdengar" di basis massa.
Karena, diakui Hikam, kiprah Gita sebagai Menperdag belum membuat namanya dikenal akrab oleh rakyat, kecuali di kalangan pro-pasar dan pro kapital. "Ini tentu karena memang background GW adalah dari dunia bisnis internasional," jelas Hikam.
Karena itukah, dalam hemat Hikam, Problem yang dihadapi Gita adalah harus mendongkrak elektabilitasnya di kalangan pemilih tradisional dan nasionalis di lapis bawah.
"Ia harus menyulap citranya sebagai 'orang di atas' dan 'asing' menjadi tokoh yang dikenal di setiap rumah tangga. Bisakah GW melejit secepat Pak SBY pada 2004? Mungkin tidak. Tetapi dalam kondisi pemilih Indonesia yang mudah dibujuk citra dan gizi, juga tak terlalu sulit," demikian Menristek era pemerintahan Gus Dur ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: