Agenda pertama, kata Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, memastikan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) dalam tiga tahap rencana strategis untuk mencapai minimun essential force (MEF) pada 2025 berjalan lancar dan tepat. Sehingga tercapai postur pertahanan yang mampu menjaga NKRI dan efek
deterrence yang kuat
Agenda besat kedua, kata Mahfuz, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 4/10), adalah peningkatan standar profesionalisme dan kesejahteraan prajurit TNI berikut sarana-prasarana pendukungnya. Sementara ketiga, TNI harus menjadi motor dalam pengembangan dan pemberdayaan industri pertahanan nasional.
"Sehingga di akhir Renstra tahap III yaitu tahun 2025, Indonesia telah mampu meraih kemandirian alutsista," kata Mahfud, yang juga Wakil Sekjen DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Untuk mengawal tiga agenda besar ini, Mahfudz memastikan bahwa Komisi I DPR mendukung penuh TNI. Dukungan ini berupa Panja Alutsista, Panja Kesejahteraan dan Sarpras TNI, dan dengan melahirkan UU Industri Pertahanan.
Mahfudz menambahkan bahwa kebijakan politik pemerintahan saat ini telah memberi porsi perhatian lebih besar terhadap sektor pertahanan. Karena itu diharapkan bisa tetap dilanjutkan oleh pemerintahan pasca 2014.
"Kuatnya TNI akan mampu menaikkan posisi dan peran Indonesia di kawasan dan kancah internasional, dan kemajuan industri pertahanan nasional juga akan berkontribusi besar bagi penguatan ekonomi nasional," demkian Mahfudz.
[ysa]
BERITA TERKAIT: