Ketua BK DPR Juga Belum Yakin Pemindai Sidik Jari Bisa Atasi Absensi Anggota

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 04 September 2012, 13:15 WIB
Ketua BK DPR Juga Belum Yakin Pemindai Sidik Jari Bisa Atasi Absensi Anggota
m. prakosa/ist
rmol news logo . Untuk mengatasi persoalan tingkat absensi anggota DPR dalam rapat, Badan Kehormatan (BK), lewat Setjen DPR, akan segera memasang absensi elektronik dengan mesin pemindai sidik jari atau finger print, sebagaimana telah direncanakan sejak lama.

"Mudah-mudahan bulan ini," kata Ketua BK, Muhammad Prakosa, di Gedung Nusantara II DPR, Komplek Parlemen, Senyan, Jakarta (Selasa,(4/9).

Ke depan, kata Prakosa, akan ada dua jenis absen. Yaitu absen lewat pembubuhan tanda tangan dan absen dengan pemimndai sidik jari.

"Cap jari ini tidak akan bisa dipalsukan," kata Prakosa, sambil mengatakan bahwa dua cara ini juga belum tentu efisien, sebab pembubuhan tanda tangan dan cap cari hanya dilakukan pada awal masuk saja.

"Itu dalam UU nya, hanya pada awal masuk," ujarnya

Selama ini, masih kata Prakosa, BK kesulitan memverifikasi kehadiran anggota dewan karena bisa saja tanda tangan absensi diwakilkan oleh staf mereka. Atau ada juga anggota DPR pulang setelah mengisi absen.

Untuk diketahui, dalam sidang paripurna hari ini, ada 249 anggota yang tidak hadir dari 560 anggota. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA