Ia bahkan secara terbuka menyatakan tidak memiliki kekhawatiran sedikit pun jika langkahnya berujung pada kejahatan perang dalam konflik dengan Iran.
“Aku tidak khawatir soal itu. Kau tahu kejahatan perang? Kejahatan perang adalah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir," ujarnya, seperti dikutip dari
Associated Press, Selasa, 7 April 2026.
Tak hanya itu, Trump juga melontarkan pernyataan keras dengan menyebut para pemimpin Iran binatang serta menuding mereka bertanggung jawab atas kematian puluhan ribu demonstran.
Dalam kesempatan yang sama, Trump bahkan mengungkapkan keinginannya untuk menguasai sumber daya minyak Iran.
“Saya akan menyimpan minyak itu, dan saya akan menghasilkan banyak uang,” kata Trump.
Ancaman Trump ini langsung memicu gelombang kritik dari kalangan politisi Amerika Serikat.
Politisi Demokrat, Yassamin Ansari, menilai langkah tersebut sebagai eskalasi perang ilegal yang berpotensi mengarah pada kejahatan perang besar.
Ia juga menuding Menteri Pertahanan Pete Hegseth ikut terlibat dan berencana mengajukan pemakzulan.
"Saya telah menyerukan Amandemen ke-25 dan mengajukan Pasal-Pasal Pemakzulan terhadap Hegseth,” tegasnya.
Kritik serupa disampaikan sejumlah tokoh lain, termasuk Chuck Schumer yang menilai ancaman Trump dapat mengasingkan sekutu, serta Chris Murphy yang menyebut pernyataan tersebut benar-benar tidak waras.
BERITA TERKAIT: