"Malam ini, aku berangkat ke Havana," kata Chavez dalam sebuah pidato yang disiarkan melalui televisi dengan didampingi para ajudan, sebagaimana dikutip
Al Jazeera (Minggu, 25/3).
Pada 26 Februari lalu, Chavez berhasil pulih dari operasi pengangkatan sel tumor dari pinggulnya dimana tumor tersebut telah di ekstraksi delapan bulan sebelumnya. Chavez sendiri menyebut keberangkatannya ke Kuba kali ini sebagai pelengkap operasinya bulan lalu.
"(operasi) Kemarin, mereka mengeluarkan jahitan terakhir yang tersisa dari operasi. Semuanya sangat (berjalan) bagus. Aku sudah berjalan jauh lebih baik. Tanpa ada semacam komplikasi, terima kasih Tuhan," tambahnya, seraya menambahkan bahwa pengobatan radiasinya kali ini akan berlangsung selama empat atau lima minggu.
Operasi tumor yang sering dijalani Chavez ini diindikasikan sebagai upaya untuk memenangkan kembali pemilu presiden yang akan di gelar Oktober mendatang. Kritikan tajam pun datang dari kubu oposisi karena presiden berusia 57 tahun tersebut jarang memberikan rincian mengenai penyakitnya itu.
"Saya tahu keputusan ini pasti akan dikritik oleh para jurubicara dari oposisi. Namun, saya yakin dalam pengambilan keputusan ini sebagian besar rakyat Venezuela bersama dengan saya," tambahnya.
"Aku pergi untuk melanjutkan pertempuran, pertempuran seumur hidup," tutup Chavez dalam pidatonya di televisi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: