Saat ini di Palembang juga ada Nasional Basketball League (NBL). Lalu 22 Februari keÂjuaÂraan dunia sepak takraw. April, kejuaran voli pantai se-Asia PaÂsifik. Dan Juni ada dua event, yaÂitu para legenda NBA Amerika akan main di Palembang, juga peÂnyelenggaraan kejuaraan sepatu roÂda se-Asia Pasifik. Pada OkÂtober, ada kejuaraan dunia bola voli. Dan November, kejuaraan dunia ski air.
“Itu orang datang sendiri ke Palembang. Kita belum jualan. Bayangkan bagaimana kalau kita sudah jualan,†kata Alex tentang taÂmu-tamu yang datang ke wilaÂyahÂnya. Kepada Rakyat Merdeka, dia membagi pengalamannya meÂlaksanakan kegiatan interÂnaÂsional, juga rencananya maju di Pilkada DKI-1.
Berikut ini kutipÂannya:
Kenapa anda mau repot-reÂpot jadi tuan rumah event-event internasional?
Jika ingin semut datang, tentu harus ada gula. Agar orang datang ke Sumsel, perlu daya tarik. YaÂitu, ada fasilitas, akses, dan keaÂmanan yang kondusif. Fasilitas dimaksud, mulai dari bandara, akoÂmodasi hotel, transportasi daÂlam kota, dan pendukung lainnya. Sumsel dalam hal ini PalemÂbang punya keuntungan geoÂgraÂfis. Dekat dengan gerbang Asia. Ke Singapura 50 menit, dan ke JaÂkarta 42 menit. Ada 24 kali seÂhari penerbangan Jakarta-PalemÂbang. Pulang pergi berarti 48 kali.
Anda termasuk nekat meÂnyeÂlenggarakan event interÂnaÂsional, sementara masih ada keÂterbatasan infrastruktur. BaÂgaimana ini?
Justru itu pelecut untuk jadi leÂbih baik. Sebab, dengan event inÂternasional, terjadi multiplier efÂfect. Restoran penuh, hotel-hoÂtel juga penuh. Kerajinan kecil dan cenderamata habis terjual. MaÂkanan khas daerah diserbu peÂngunÂjung. Nama Sumsel muncul di mata internasional, dan jadi daya tarik untuk datang berinÂvesÂtasi.
Berapa pendapatan asli daeÂrah (PAD) Sumatera Selatan saat ini?
Tahun 2008, saat baru masuk (duduk jadi Gubernur) APBD Sumsel 2,3 triliun. Sekarang di 2012 mencapai 5,3 triliun. PaÂdahal, belum seluruhnya sumber daya alam di-eksplore. Contoh, baÂtubara baru 15 juta ton perÂtahun. Bandingkan dengan KaliÂmanÂtan Selatan, Tengah dan TiÂmur yang sudah mencapai 270 juta ton pertahun. Padahal, batubara Sumsel itu, kandungannya 48,45 persen dari total deposit InÂdonesia.
Untuk menggali potensi lebih banyak, saat ini disiapkan moda transportasinya, yaitu memÂbaÂngun jalan khusus batubara, keÂreta api double track sepanjang 270 km. Ini adalah jalur kereta api terÂpanjang yang dibangun, sejak kita merdeka.
Apa tips yang bisa di-share untuk gubernur wilayah lain agar bisa senekat Anda?
Bukannya saya mau mengajari ya (tertawa). Modalnya, percaya diri bahwa kita mampu. Dan kita bisa kalau kita mau. Kelebihan daerah itulah yang di-eskplore. Semua wilayah pasti punya poÂtensi masing-masing. Misalnya, Manado menggali potensi bahari, yang tidak dimiliki Palembang.
Mengenai rencana keikutÂserÂtaan Anda dalam Pilkada DKI Jakarta, bagaimana?
Jujur, sebenarnya, terpikir pun tidÂak. Usai SEA Games, NoÂvemÂber lalu, ada saran, tawaran atau ajakan agar ikut mencalonkan diri di Jakarta. Jadi keinginan bukan datang dari saya. Niatan itu daÂtang setelah ada ajakan dan taÂwaran.
Tawaran itu datang dari siaÂpa?
Belum saatnya disebutkan. TaÂpi sudah banyak yang mengeÂnal saya di Jakarta. Belakangan ini, lebih banyak lagi.
Permasalahan yang dihadapi Jakarta jauh lebih kompleks dari Sumsel. Anda sudah siap?
Pertama, saya harus yakin, saÂya bisa melakukan sesuatu lebih baik dari incumbent. Harus yakin. Kedua, saya harus yakin bisa meÂnyelesaikan masalah Jakarta. Dan ketiga, saya harus yakin pengÂganti saya di Sumsel, juga bisa melanjutkan program.
Masalah klasik di Jakarta adalah banjir dan kemacetan. BaÂgaimana strategi menyÂeleÂsaiÂkan ini?
Itu misi utama saya. Harus bisa mengatasi tiga masalah, yaitu maÂcet, banjir dan kerawanan soÂsial, termasuk keamanan dan peÂlayanan publik. Saya sudah puÂnya konsep dan strategi, tapi tidak disampaikan sekarang. Kalau saya jadi maju ke pilkada nanti, jarÂgonnya: Jakarta bebas banjir dan macet dalam tiga tahun. KaÂlau tidak tercapai, saya mundur.
Yakin bisa?
Saya bukan dukun, tapi proÂfesional. Saya bukan tiba-tiba jadi gubernur. Saya tidak tiba-tiba jadi bupati. Jadi kalau saya bilang daÂlam tiga tahun, tentu ada hiÂtung-hitungannya. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: