Di antara spanduk itu bertuliskan "Kapitalis = Kegagalan Rezim Mensejahterakan Rakyat" dan "Stop Kekerasan Terhadap Rakyat"
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa se-Jakarta Selatan (FMSE) berasal dari berbagai kampus. Seperti kampus Gunadarma, ISIIP, UIN Syarif Hidayatullah, dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
Dalam orasinya, Humas FMSE, Soli, mengatakan bahwa pemerintah telah membiarkan tindak kekerasan dan pambantaian terhadap rakyat, seperti dalam kasus Papua, Mesuji dan Bima.
"Sudah saatnya pemerintah pro-rakyat, jangan pro kepada pengusaha dan asing," tegas Soli.
Dalam aksi ini, lanjut Soli, FMSE menuntut empat hal. Pertama, pemerintah harus menuntaskan kasus Bima, Mesuji dan Freeport. Kedua, menolak perusahaan-perusahaan anti rakyat. Ketiga mendesak agar Kapolda NTB, Kapolres dan Bupati Bima NTB agar segera mundur.
"Keempat, tolak komersialisasi pendidikan," demikian Soli.
[ysa]
BERITA TERKAIT: