"Produksi perminyakan kita sangat rendah, kita terancam mengalami penurunan yang terus-menerus," kata Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Rovicky Dwi Putrohari di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta (Kamis, 5/1).
Dalam catatan IAGI, pada tahun 2011 produksi minyak mengalami penurunan yang signifikan, yaitu 40.000 barel per hari dalam satu tahun. Dari target 945.000 barel per hari ternyata hanya tercapai 903.441 barel per hari. Pencapaian ini jauh di bawah produksi 2010 yang mencapai 944.898 barel per hari. Untuk itu IAGI menilai harus ada upaya serius dari pemerintah untuk mengatasi kecenderungan penurunan tersebut.
"Kegiatan eksplorasi dan studi geologi untuk mendapatkan prospek lokasi cadangan baru harus betul-betul didorong pemerintah" tambah Rovicky.
[ald]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: