BENTROK BIMA

Kapolri Timur Pradopo Harus Gentleman

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 25 Desember 2011, 20:41 WIB
Kapolri Timur Pradopo Harus <i>Gentleman</i>
timur pradopo/ist
RMOL. Reformasi di tubuh kepolisian tidak berjalan dengan maksimal. Sebagai pihak yang bertanggung jawab, Kapolri Jenderal Timur Pradopo harus gentleman. Ia harus mengundurkan diri secepat mungkin.

Seruan ini disampaikan aktivis lintas organisasi seperti dari Ikatan Mahasiswa Muhammadyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamatan Organisasi (HMI MPO), Persekutuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Kesatuan Hindu Dharma Indonesia di gedung dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat (Minggu, 25/12).

Para aktivis kesal karena aparat negara selalu memilih tindakan represif dalam setiap menangani aksi demonstrasi. Mesuji dan Bima adalah contoh dari kebiadaban polisi.

Ketua PB HMI MPO Alto Makmuralto yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, aparat kepolisian dari waktu ke waktu dianggap tidak pernah belajar dari pengalaman sebelumnya. Hal itu menunjukkan bahwa reformasi di tubuh Polri belum berjalan dengan baik.

"Itu pertanda bahwa reformasi di Polri tidak berjalan baik. Apa yang didengungkan Polri untuk melakukan reformasi selama ini menjadi tidak berjalan. Ini pertanda reformasi gagal dan Kapolri harus mundur," ujarnya

Khusus untuk kasus Bima, ia juga menuntut agar Kapolda dan Kapolres setempat dinonaktifkan sementara waktu, untuk selanjutnya diadili. Dan jika terbukti bersalah, maka keduanya harus dicopot dari jabatannya.[arp]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA