Pasalnya, tragedi tersebut menelan 15 korban jiwa dan 88 penumpang mengalami luka-luka.
“Insiden ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” kata Anggota Komisi V DPR Saadiah Uluputty kepada wartawan, Selasa 28 April 2026.
Legislator PKS ini menegaskan bahwa kecelakaan tersebut tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa.
Ia meminta agar dilakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti tabrakan tersebut. Sehingga, harus ada pihak yang dimintai pertanggungjawaban.
“Kami mendesak dilakukan investigasi mendalam atas kejadian ini agar penyebabnya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Saadiah.
Menurut Saadiah, keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam operasional transportasi publik, khususnya perkeretaapian.
Sa’diah menilai insiden seperti ini sangat fatal dan berpotensi membahayakan nyawa banyak orang.
“Kecelakaan seperti ini sangat fatal dan sangat berbahaya bagi keselamatan penumpang,” pungkas Saadiah.
Polda Metro Jaya mencatat jumlah korban tewas dalam kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, mencapai 15 orang.
BERITA TERKAIT: