BENTROK BIMA

Penguasa dan Polisi Berkonspirasi, Bima Dilanda Kejahatan Kemanusiaan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 25 Desember 2011, 19:37 WIB
Penguasa dan Polisi Berkonspirasi, Bima Dilanda Kejahatan Kemanusiaan
rusuh bima/ist
RMOL. Bentrokan antara demonstran dan rakyat di Pelabuhan Sape, Bima yang menyebabkan beberapa orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka adalah kejahatan kemanusiaan. Ini merupakan konspirasi antara penguasa, polisi dan pejabat-pejabat pemerintah daerah NTB.

Demikian disampaikan Manajer Kampanye Tambang dan Energi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Pius Ginting saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, Minggu (25/12).

"Saya heran dengan kondisi bangsa sekarang ini, kenapa ruang hidup rakyat dibatasi. Ini kan soal perjuangan warga untuk mempertahankan kehidupannya," keluh Pius.

Agar korban tak terus berjatuhan, tegas Pius, Walhi meminta agar Brimob dikeluarkan dari Bima. "Kita mendesak secara cepat aparat Brimob dikeluarkan dari Bima," demikian Pius. [arp]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA