RMOL. Yunus Husein bisa memahami mengapa anggota Komisi III DPR tidak memilihnya menjadi pimpinan KPK periode 2011-2015.
“Ini merupakan proses politik yang sarat dengan berbagai keÂpentingan politik. Inilah hal yang terbaik yang diberikan Allah SWT. Saya harus menerima deÂngan ikhlas,’’ ujarnya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, Jumat (9/112).
Berikut kutipan selengkapnya:
Apa kesibukan Anda setelah gagal menjadi pimpinan KPK?
Saya masih punya banyak keÂgiatan di Satgas PemberantaÂsan Mafia Hukum (PMH), KoÂmite Nasional Kebijakan GoverÂnanÂce, mengajar, dan membimÂbing di kampus.
Apa yang menyebabkan Anda tidak terpilih menjadi pimpinan KPK?
Tidak terpilih karena ada berÂbagai pihak yang takut dan tidak senang jika saya ada di KPK. mereka berkoalisi dengan mengÂgunakan berbagai cara, termasuk menggunakan materi.
Bagaimana perasaan Anda saat itu?
Saya bisa memahami dan meÂnerima kegagalan ini, karena ini merupakan proses politik yang sarat dengan berbagai kepentiÂngan politik. Inilah hal yang terÂbaik yang diberikan Allah SWT, saya harus menerima dengan ikhlas. Semuanya merupakan nikmat dan karunia dari Allah SWT.
Bagaimana respons keluarga Anda?
Alhamdulillah tidak ada masaÂlah dengan keluarga, mereka bisa menerima dengan baik konÂdisi ini.
Apa sebelumnya Anda yakin terpilih?
Sebelumnya saya sangat optiÂmistis terpilih sebagai pimpinan KPK. Tapi setelah melihat konsÂpirasi dan permainan sejumlah politisi serta berbagai pihak lainÂnya, saya menjadi realistis dan sabar menerimanya. Ini pelajaran berharga bagi saya dan lebih mengerti siapa sebenarnya meÂreka itu dengan karakternya.
Ada pihak yang menyebutÂkan Anda titipan Presiden SBY, pendapat Anda?
Mengenai isu bahwa saya adaÂlah titipan Presiden, hal itu tidak benar sama sekali. Alasan saya maju ke KPK adalah iniÂsiatif seÂpenuhnya dari diri saya sendiri. Saya hanya meminta izin kepada beliau karena saya sedang menjaÂbat di PPATK dan Satgas Mafia Hukum. Lalu beliau mengizinkan serta mendukung.
Apakah Anda akan mencaÂlonÂkan lagi saat pemilihan pimÂpinan KPK periode 2015-2020?
Untuk saat ini saya belum ada niat untuk mencalonkan diri lagi.
Harapan dan pesan kepada para pimpinan KPK terpilih?
Pesan saya kepada yang terÂpilih menjadi pimpinan KPK haÂrusÂlah bersikaplah adil, obyekÂtif, dan profesional dalam meÂnangani kasus apapun juga, baik melibatÂkan DPR, pejabat pemeÂrintah atau siapapun juga.
Jangan berhutang budi deÂngan politisi yang memilih. Kalau sudah terlanjur janji (ada deal) keÂpada mereka ingkari saja. Janji itu untuk kepentingan ReÂpublik yang kita cintai. Kalau tiÂdak, Republik ini tidak akan perÂÂnah lebih baik. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: