Di Kamboja, Menteri Amir Perjuangkan agar Singapura Teken Perjanjian Ekstradisi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 04 November 2011, 10:49 WIB
Di Kamboja, Menteri Amir Perjuangkan agar Singapura Teken Perjanjian Ekstradisi
Amir Syamsuddin/ist
RMOL. Menteri Hukum dan HAM se-Asia Tenggara hari ini mengadakan konferensi puncak di Phnom Penh, Kamboja. Konferensi ini akan merundingkan beragam masalah, yang terkait hubungan sesama negara di Asia Tenggara.

"Menteri Hukum dan HAM se-Asean salah satunya mengupayakan penyatuan persepsi dalam hal yang berkaitan dengan ekstradisi, berkaitan dengan Mutual Legal Assistance (MLA)," kata Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Jumat, 4/11).

Saat ini Menteri Amir berada di Kamboja setelah kemarin meninjau proses pembuatan dokumen bagi ribuan TKI di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Baru, Malaysia.

Apakah Anda yakin negara-negara ASEAN terutama Singapura mau menandatangi perjanjian ekstradisi tersebut?

"Ya kita perjuangkanlah dengan penuh kesabaran. Mudah-mudahan ada satu persamaan persepsi yang kemudian membawa kita kepada satu kesepakatan yang akan mengatasi persoalan ekstradisi yang ada di waktu-waktu yang lalu sehingga kita bisa atasi di masa akan datang," jelasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA