Koperasi kelas dunia tersebut mempunyai ciri-ciri kelembagaan koperasi yang kuat, orientasi kepentingan usaha kepada anggota dan masyarakat umum, menerapkan manajemen usaha yang efisien, jaringan usaha dan pelanggan luas serta terutama volume usaha ratusan juta dolar.
Menteri Koperasi dan UKM, Syarifuddin Hasan, mengakui, koperasi di Indonesia belum ada yang masuk dalam hitungan kelas dunia.
"Koperasi Indonesia sudah waktunya diperhitungkan menjadi koperasi kelas dunia. Koperasi Warga Semen Gresik sudah menunjukkan aset yang cukup besar untuk itu," kata Syarif Hasan dalam kunjungan kerja sekaligus peresmian kantor pusat Koperasi Warga Semen Gresik, di Gresik, Jawa Timur, Jumat (9/9).
Dia mengajak pengelola Koperasi Warga Semen Gresik beserta anggotanya serta instansi terkait agar mempunyai semangat mewujudkan Koperasi Warga Semen Gresik menjadi World Class Cooperative di masa mendatang.
Keberadaan Koperasi Warga Semen Gresik sudah mempunyai anggota sebanyak 5.819 orang pada 2011 dan memiliki modal sendiri Rp 98,66 miliar dengan total aset Rp 417,95 miliar dan volume usaha sebesar Rp 1,2 triliun dengan SHU Rp 20,73 miliar.
Usaha yang dijalankan Koperasi Warga Semen Gresik telah mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 659 orang yang tersebar di berbagai jenis usaha . Selain itu aktivitas pinjaman kepada anggota pada 2010 telah melayani 2.838 orang dengan total pinjaman Rp 73,19 miliar.
[wid]
BERITA TERKAIT: