Anggota Komisi III dari PPP Ahmad Yani menjelaskan, PPP mandiri dalam menentukan pilihan. PPP mendasarkan pilihannya sesuai dengan
platform partai yaitu,
amar maruf nahi munkar."Semuanya mau kita verifikasi. Karena dari delapan yang masuk itu, kita mendapat masukan tentang semua calon. Tidak ada satupun yang tanpa masukan. Maknya kita mau klarifikasi satu demi satu," tambah Yani kepada
Rakyat Merdeka Online pagi tadi.
Untuk mengetahui "dalamannya" semua calon, PPP membetuk tim investigasi.
"Ini kasih bocoran saja. Tanpa mereka (calon) ketahui (tim) mengintel mereka keman-mana saja (mereka). Kita sudah membentuk dan melacak serta sudah mengikuti mereka, tapi mereka tidak tahu," kata Yani.
Bagaimana hasilnya untuk sementara?"Nantu kita akan umumkan. Ada hal-hal yang luar biasa juga. Nanti orang menjadi kaget, ternyata yang diranking-ranking (Pansel) itu, dari data investigasi kita tidak bagus-bagus juga," jawab Yani.
Selain membentuk tim kecil, kata Yani, pihaknya juga sudah mendapatkan masukan dari masyarakat tentang ke delapan calon yang ada. Karena memang PPP sudah menggelar pertemuan dengan LSM pegiat anti korupsi. Karena itu, hingga sekarang PPP belum juga menentukan pilihan.
"Belum lah kita menentukan nama. Bagaimana kita menentukan
fit and proper test belum digelar. Walaupun kita punya unggulan secara subjektif. Tapi kita akan gabungkan unsur subjektifitas itu dengan hasil
fit and proper test dan hasil investigasi kita. Yang jelas, PPP tidak mau mendiskreditkan calon yang 5,6,7, dan 8 itu," demikian Yani.
[zul]
BERITA TERKAIT: