Berdasarkan pembaruan terakhir pada pukul 14:19 WIB, Bumi Resources (BUMI) tampil jauh lebih agresif dibandingkan Bakrie & Brothers (BNBR).
BUMI berhasil mencatatkan lonjakan harga sebesar 5,56 persen ke level Rp228, sementara BNBR bergerak lebih konservatif dengan kenaikan tipis 0,95 persen ke posisi Rp212.
Dominasi BUMI juga terlihat jelas dari sisi likuiditas pasar, di mana nilai transaksinya menembus Rp471,1 miliar, hampir tiga kali lipat lebih besar dibandingkan nilai transaksi BNBR yang berada di angka Rp145,6 miliar.
Dari sisi kapitalisasi pasar, BUMI memiliki skala bisnis yang jauh lebih masif dengan total nilai Rp83,9 triliun, yang menempatkannya sebagai perusahaan elit di peringkat 30 besar dari hampir seribu emiten di bursa.
BNBR, meskipun secara peringkat di seluruh bursa berada di posisi 72 dengan kapitalisasi Rp36,7 triliun, sebenarnya memiliki posisi tawar yang jauh lebih kuat di internal industrinya sendiri dengan menduduki peringkat kedua dari lima pemain utama.
Melihat indikator profitabilitas dan valuasi, BUMI tampak sedikit lebih efisien dengan laba per saham (EPS) sebesar Rp3,67 dibandingkan BNBR yang sebesar Rp2,85.
Hal ini juga tercermin pada angka Price-to-Earnings (PE) Ratio, di mana BUMI diperdagangkan pada 62 kali laba, sementara BNBR dihargai lebih mahal secara relatif di angka 74 kali laba.
Secara keseluruhan, BUMI menjadi primadona perdagangan hari ini berkat volume transaksi yang masif dan momentum kenaikan harga yang kuat, sedangkan BNBR cenderung stabil dengan fluktuasi harga yang lebih terjaga di tengah aktivitas pasar yang lebih moderat.
BERITA TERKAIT: