‎​"Hanura tidak terpengaruh terhadap ranking itu. Tapi itu betul-betul didasarkan hasil
fit and proper nanti. Mereka (Pansel) punya mekanisme. Kita pun punya mekanisme," kata anggota Komisi III DPR dari Fraksi Hanura Sarifuddin Sudding kepada
Rakyat Merdeka Online (Senin, 22/8).
Meski begitu, dia memastikan, fraksinya hingga kini belum menetapkan siapa empat nama di antara delapan nama yang diajukan oleh pemerintah tersebut akan dipilih untuk menjadi pimpinan KPK menggantikan Bibit Samad Rianto, Chandra M Hamzah, M Jasin, dan Haryono Umar. Tapi, pihaknya sudah menetapkan beberapa kreteria yang harus dipenuhi oleh para calon jika ingin dipilih.
Kata Sudding, kriteria utama adalah calon itu harus memiliki independensi. Syarat ini penting, karena dia menengarai, banyak kasus yang ditangani KPK saat ini tidak pernah tuntas, bahkan ada kecenderungan dilokalisir hanya orang-orang tertentu saja, karena ada kekuatan politik yang bermain.
"Ketika ada kekuasaan yang bermain, kita tidak berharap lagi. Kedua soal keberanian. Pimpinan KPK harus memakai kacamuta kuda dalam memandang sebuah kasus. Karena korupsi ini berjaringan yang memang melibatkan pihak kekuasaan. Selebihnya yang harus diperhatikan adalah rekam jejak, kapabilitas," tandasnya.
Pansel Pimpinan KPK telah membuat ranking di antara ke delapan nama tersebut. Empat nama yang menduduki posisi teratas adalah Bambang Widjojanto, Yunus Hussein, Abdullah Hehamahua, dan Handoyo.
[zul]
BERITA TERKAIT: