Yang teranyar, mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat itu menuding Ketua KPK Busyro Muqoddas menemuinya sebelum menjalani
fit and proper test calon pimpinan KPK untuk meminta bantuan.
Hal itu diungkapkan kuasa hukum Nazaruddin, OC Kaligis, Sabtu kemarin.
Namun, tudingan Nazaruddin itu langsung dibantah oleh Busyro. Di hari yang sama di Jogjakarta, Busyro balik menuding Nazaruddin sedang mengigau.
"Ngelindur kalau saya ketemu Nazar," kata Busyro.
Sebelumnya, nama Busyro juga telah disebut Nazaruddin dan ini lah yang dijadikan Wakil Ketua KPK M. Jasin sebagai alasan untuk meminta Komite Etik KPK tidak diskriminatif. Menurutnya, semua orang yang disebut Nazaruddin juga harus diperiksa.
Karena itulah, Busyro yang pada awalnya duduk sebagai anggota Komite Etik kemudian mengundurkan diri dan digantikan oleh Ahmad Syafii Maarif, di antaranya.
Bagaimana Komite Etik menanggapi pernyataan Nazaruddin yang terbaru ini, Ahmad Syafii Maarif, yang dihubungi sesaat lalu, tidak bisa berbicara banyak.
"(Saya) tidak bisa (diwawancara). Saya sedang rapat," katanya kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini sambil menutup pembicaraan.
Meski begitu, jauh-jauh hari, Ketua Komite Etik KPK Abdullah Hehamahua memastikan siapa pun yang disebut Nazaruddin akan diperiksa Komite Etik. Hari ini, Komite Etik memeriksa Nazaruddin dan Saan Mustafa, Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat.
[zul]
BERITA TERKAIT: