WAWANCARA

Yenny Wahid: Kami Tak Pernah Bicara Mahfud Menjadi Capres

Senin, 06 Juni 2011, 06:46 WIB
Yenny Wahid: Kami Tak Pernah Bicara Mahfud Menjadi Capres
Yenny Wahid
RMOL. Nama Yenny Wahid pernah dibawa-bawa Ruhut Sitompul di isu pencapresan Mahfud MD. Politisi Demokrat itu bercerita, salah satu partai yang akan mengusung Mahfud jadi capres adalah partai yang dipimpin Yenny Wahid, yaitu Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia. Apa komentar Yenny?

“Saya sering bertemu dengan banyak orang dan membicarakan banyak hal. Tapi, saya tidak pernah membicarakan soal itu (wacana pencapresan Mahfud, red). Itu omong kosong, dia (Ru­hut, red) hanya mengada-ada,” ujar Yenny kepada Rakyat Mer­deka di Gedung MPR, Jakarta, kemarin.

Yenny mengakui kinerja Mahfud dalam penegakan hukum dan politik memang sangat baik dan diapresiasi positif oleh publik.

Namun, dirinya tidak ingin ter­buru buru mengusung Capres karena masih terlalu dini untuk membicarakan hal itu.

“Pak Mahfud memang bagus dan publik pun mengakui itu. Tapi, apa beliau mau dicalonkan? Kan belum tentu. Sudahlah, jangan terlalu serius menanggapi omongan Ruhut,” tegas putri Gus Dur ini.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa benar partai yang Anda pimpin sudah membahas dan menentukan capres?
Belum. Namun, kami sudah memiliki sejumlah kriteria ten­tang capres. Kalau ada yang se­perti itu, ya akan kami calonkan. Siapapun orangnya.

Apa saja kriterianya?
Pertama, konsisten dalam men­jalankan amanah konstitusi. Kedua, punya kemauan untuk menegakkan hukum dan percaya pada prinsip keadilan. Prinsip kea­dilan yang kami maksud adalah keadilan yang diperguna­kan bagi kemakmuran bangsa.

Selain itu?
Pemimpin masa depan Indone­sia juga harus mempunyai komit­men, berpikir visioner, serta mem­punyai keberanian dan ketegasan untuk melakukan terobobosan-terobosan positif bagi bangsa kita. Nah, ada nggak pemimpin yang memenuhi kriteria tersebut.

Apakah yakin kalau partai yang Anda pimpin akan men­dapat dukungan rakyat?
Saya optimistis PKB Indonesia akan mendapat dukungan besar dari warga Nahdlatul Ulama dan rakyat Indonesia. Insya Allah, PKBI akan lolos dan menjadi partai besar Pemilu 2014.

Bagaimana perkem­bangan­nya sekarang?
Alhamdulillah, sejauh ini, per­kembangannya cukup meng­gem­­birakan. Untuk pengurus, kami sudah kelebihan SDM, karena yang ingin menjadi pengurus membludak. Meski demikian, kami masih harus memenuhi persyaratan admi­nistratif. Mu­dah-mudahan tidak dijegal-jegal.

Berapa target perlolehan suara pada Pemilu 2014?
Pada pemilu 1999 dan 2004, PKB pimpinan Gus Dur mem­peroleh suara sekitar 12 persen. Sedangkan saat dipimpin Muhai­min, pada Pemilu 2009, PKB hanya mendapat 2,6 persen. Berarti ada 9 persen suara yang hilang. Inilah yang akan kami usahakan kembali ke PKB Indo­nesia. Suara yang hilang pada pemilu 2004 akan menjadi modal PKB Indonesia.   [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA