“Saya sering bertemu dengan banyak orang dan membicarakan banyak hal. Tapi, saya tidak pernah membicarakan soal itu (wacana pencapresan Mahfud, red). Itu omong kosong, dia (RuÂhut, red) hanya mengada-ada,†ujar Yenny kepada
Rakyat MerÂdeka di Gedung MPR, Jakarta, kemarin.
Yenny mengakui kinerja Mahfud dalam penegakan hukum dan politik memang sangat baik dan diapresiasi positif oleh publik.
Namun, dirinya tidak ingin terÂburu buru mengusung Capres karena masih terlalu dini untuk membicarakan hal itu.
“Pak Mahfud memang bagus dan publik pun mengakui itu. Tapi, apa beliau mau dicalonkan? Kan belum tentu. Sudahlah, jangan terlalu serius menanggapi omongan Ruhut,†tegas putri Gus Dur ini.
Berikut kutipan selengkapnya:Apa benar partai yang Anda pimpin sudah membahas dan menentukan capres?Belum. Namun, kami sudah memiliki sejumlah kriteria tenÂtang capres. Kalau ada yang seÂperti itu, ya akan kami calonkan. Siapapun orangnya.
Apa saja kriterianya?Pertama, konsisten dalam menÂjalankan amanah konstitusi. Kedua, punya kemauan untuk menegakkan hukum dan percaya pada prinsip keadilan. Prinsip keaÂdilan yang kami maksud adalah keadilan yang dipergunaÂkan bagi kemakmuran bangsa.
Selain itu?Pemimpin masa depan IndoneÂsia juga harus mempunyai komitÂmen, berpikir visioner, serta memÂpunyai keberanian dan ketegasan untuk melakukan terobobosan-terobosan positif bagi bangsa kita. Nah, ada nggak pemimpin yang memenuhi kriteria tersebut.
Apakah yakin kalau partai yang Anda pimpin akan menÂdapat dukungan rakyat?
Saya optimistis PKB Indonesia akan mendapat dukungan besar dari warga Nahdlatul Ulama dan rakyat Indonesia. Insya Allah, PKBI akan lolos dan menjadi partai besar Pemilu 2014.
Bagaimana perkemÂbanganÂnya sekarang?Alhamdulillah, sejauh ini, perÂkembangannya cukup mengÂgemÂÂbirakan. Untuk pengurus, kami sudah kelebihan SDM, karena yang ingin menjadi pengurus membludak. Meski demikian, kami masih harus memenuhi persyaratan admiÂnistratif. MuÂdah-mudahan tidak dijegal-jegal.
Berapa target perlolehan suara pada Pemilu 2014?Pada pemilu 1999 dan 2004, PKB pimpinan Gus Dur memÂperoleh suara sekitar 12 persen. Sedangkan saat dipimpin MuhaiÂmin, pada Pemilu 2009, PKB hanya mendapat 2,6 persen. Berarti ada 9 persen suara yang hilang. Inilah yang akan kami usahakan kembali ke PKB IndoÂnesia. Suara yang hilang pada pemilu 2004 akan menjadi modal PKB Indonesia.
[RM]
BERITA TERKAIT: