Bukan karena tidak mampu, punya masalah, mundur atau dimundurkan, dan lain sebagainya.
Orang tidak pernah tahu pasti. Atau sekadar meraba-raba saja. Hari libur pun bisa mundur seperti Hari libur pun Presiden bisa bekerja.
Belum lama, Kepala BGN Naniek S Deyang, tiba-tiba mundur karena sakit. Sakitnya benar, dan semakin bertambah sakit karena tekanan pekerjaan, juga dibenarkan Naniek S Deyang.
Bahkan, ia sendiri mengakui bahwa mentalnya mental kerupuk tak sanggup bekerja di bawah tekanan yang besar.
Kini, giliran Gubernur BI Perry Warjiyo yang mundur. Mundur di hari Minggu, kemarin. Mundur secara sukarela, karena alasan pribadi," kata Deputi Senior BI Destry Damayanti.
Alasan pribadi agaknya alasan yang sengaja dipilih. Kalau sakit pula, nanti kayak kemarin pula. Orang tetap, tak akan percaya.
Desakan agar Gubernur BI Perry Warjiyo mundur sudah terdengar sejak gonjang-ganjing pelemahan rupiah bulan lalu.
Kini malah tak terdengar lagi, ia justru mengundurkan diri. Kini mungkin dianggap waktu yang tepat, sedangkan kemarin tidak dan malah semakin melemahkan karena instabilitas.
Ada juga yang mengatakan bahwa memang antara Gubernur BI Perry Warjiyo dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tidak cocok.
Saat Menkeu diganti, seharusnya Gubernur BI juga diganti. Aliran ekonominya berbeda. Menkeu menjaga fiskal dan Gubernur BI menjaga moneter dengan caranya masing-masing. Tetap bersama, tapi berbeda arah.
Seharusnya memang dicari orang yang menjaga fiskal dan moneter yang seiring selangkah. Perry Warjiyo sudah 8 tahun menjaga Gubernur BI, dari 2018 hingga 2026.
Mestinya berhenti 2028, tapi ia memilih mundur atau dimundurkan. Dan banyak lagi pejabat di era Presiden Prabowo ini yang sudah terlalu lama seperti Perry yang harus dimundurkan.
ErizalDirektur ABC Riset & Consulting
BERITA TERKAIT: