"Saya akan eh mempertimbangkan, nanti kita lihat tapi kan saya harus ngomong ini dulu kalau regulasi itu kan butuh proses. Tapi himbauan ini penting," ujarnya dalam sebuah pernyataan di Istana Merdeka, Jakarta, sebagaimana dikutip Jumat, 18 September 2026.
Bahlil mengatakan pemerintah akan tetap menyiapkan stok BBM bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kendati demikian, ia meminta masyarakat yang secara ekonomi mampu, khususnya pemilik kendaraan mewah, memiliki kesadaran untuk tidak mengonsumsi BBM subsidi yang seharusnya dinikmati masyarakat yang berhak.
"Janganlah kita pakai BBM subsidi, itu untuk kita, itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Dengan metode lain adalah subsidi harus tepat sasaran. Demikian ya," tegasnya.
Bahlil juga mengaitkan imbauan tersebut dengan pengalamannya sebagai masyarakat yang pernah menerima bantuan subsidi.
"Ya memang saya harus ngomong begini, karena saya ini kan menteri yang pernah makan beras subsidi. Jadi berikanlah hak rakyat yang punya hak itu punya mereka, jangan yang mampu yang mengambilnya," pungkas Bahlil.
BERITA TERKAIT: