“Mereka sedang menjalankan tugas melayani masyarakat. Negara wajib melindungi setiap warga negara, terlebih mereka yang bertugas menghadirkan pembangunan dan ketahanan pangan di Papua,” ujar Sukamta kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, 12 September 2026.
Sukamta meminta aparat mengusut tuntas penembakan tersebut, termasuk mengungkap jaringan di balik aksi kekerasan itu.
“Jangan berhenti pada siapa yang menarik pelatuk. Ungkap siapa yang merencanakan, memasok senjata, dan memberikan dukungan terhadap aksi kekerasan ini,” tegasnya.
Ia menilai meningkatnya serangan terhadap masyarakat sipil harus menjadi perhatian serius pemerintah. Menurutnya, aksi tersebut menunjukkan adanya upaya menciptakan teror dan rasa takut di tengah masyarakat.
“Negara tidak boleh membiarkan strategi teror seperti ini berhasil,” katanya.
Sukamta mendorong pemerintah memperkuat deteksi dini, intelijen, pengamanan wilayah, serta perlindungan bagi masyarakat sipil, khususnya mereka yang bekerja di sektor pelayanan publik.
“Jangan menunggu korban berikutnya baru bertindak. Pemerintah pusat, pemda, dan masyarakat harus bersama-sama meningkatkan keamanan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Papua tanpa kecuali,” ujarnya.
Anggota DPR RI asal DI Yogyakarta itu menegaskan pembangunan dan pelayanan publik harus tetap berjalan, namun keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas.
“Negara harus hadir, melindungi warga sipil, dan memastikan Papua tidak menjadi ruang bagi teror dan ketakutan,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: