Wakil Ketua Komisi V DPR, Syaiful Huda, mengatakan Basarnas masih memiliki waktu tiga hari untuk mengoptimalkan pencarian sesuai batas waktu operasi SAR selama tujuh hari.
“Proses pencarian ini terus dilakukan. Kalau kita mengikuti aturan batas waktunya 7 hari. Artinya masih ada waktu 3 hari lagi temen-temen Basarnas untuk mengerahkan semaksimal mungkin baik personil maupun peralatan,” kata Huda kepada wartawan, Jumat, 11 September 2026.
Bagi Huda, kegiatan rombongan jurnalis di perairan Selat Sunda tersebut tak lain dalam rangka menjalankan misi demokrasi untuk memotret aktivitas Gunung Anak Krakatau pasca erupsi yang mana abu vulkanik nya sampai Jakarta beberapa waktu lalu.
“Ini bagi teman-teman jurnalis ini di mata saya mereka sedang menjalankan tugas demokrasi kita, tugas politik kita,” kata Legislator PKB ini.
Atas dasar itu, Huda berharap dalam tiga hari ke depan ditemukan perkembangan baru yang dapat mengarah pada keberadaan rombongan para jurnalis termasuk awak kapal speedboat tersebut.
“Saya berharap ya semoga 3 hari ke depan ada temuan-temuan baru yang sifatnya progres dari 4 hari sebelumnya ini,” tuturnya.
Meski demikian, kata Huda, masih terdapat sejumlah kondisi yang memungkinkan operasi pencarian dilanjutkan setelah masa 7 hari berakhir.
“Di dalam aturan yang ada memang ada 3 hal pencarian itu bisa dilanjutkan setelah 7 hari. Yang pertama ada tanda-tanda temuan baru, yang kedua ada permintaan dari pihak keluarga, dan yang ketiga adalah adanya semacam laporan di lapangan yang memungkinkan untuk dilanjutkan pencarian ini,” ujarnya.
“Tapi itu dalam situasi kedaruratan, kita sangat berharap 3 hari ini ada progres yang memastikan teman-teman bisa ditemukan,” demikian Huda.
Lima jurnalis bersama satu kapten dan anak buah kapal (ABK) dilaporkan hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026 sore, saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda menggunakan kapal.
Tim SAR Gabungan terus memperluas area pencarian di sekitar lokasi terakhir kapal diketahui. Namun hingga Jumat siang, keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut masih belum diketahui.
BERITA TERKAIT: